Asal Usul Ajian Pelet Jaran Goyang Yang Melegenda

Ketika kita menyebutkan nama ajian Jaran Goyang segera terbayangkan suatu mantra atau ajian pelet tingkat tinggi yang di kenal oleh hampir semua rakyat di pelosok negeri. Ajian Jaran goyang merupakan Ilmu pelet yang benar-benar ampuh untuk menundukkan sukma orang yang Anda pelet.

 

Karena kedahsyatannya, Ada juga yang banyak yang melarang ilmu ini dalam penggunaannya terkecuali untuk seseorang yang tekad membuat pasangan sehidup semati serta bukan cuma buat main-main.

 

Asal Usul Pelet Jarang Goyang

 

Pelet jaran goyang merupakan salah satunya ajian kuno yang ada didalam kitab Mantra Asmara karangan Ki Buyut Bangun Tapa. Kesaktian Ilmu pelet  ini tidak hanya sanggup menundukkan sukma orang yang dipeletnya tapi juga sanggup memengaruhi udara nafsu birahi orang yang dituju.

 

Bila dirunut, asal muasal Ilmu Pelet Jaran goyan ini yaitu berasal dari Nini Pelet dari Gunung Ceremai yang sukses beroleh kitab Mantra Asmara ini dari tangan Ki Buyut Tapa yang digunakan untuk menundukkan Raja-raja Jawa di zamannya.

 

Dalam masyarakat Jawa sudah didceritakan secara turun temurun bahwa Ajian Jaran goyang diawali dari kejadian Raden Kumbayana atau yang lebih dikenal dengan nama Resi Duma, seorang guru tata pemerintahan, sastra, serta pakar olah senjata.

 

Kisah Mahabarata mencatat, Resi Duma yang demikian sakti serta ahli dalam strategi peperangan ini mempunyai peran yang tidak kecil dalam hidup dan kehidupan keluarga besar Bharat. Sampai pada akhirnya, Kresna, titisan Dewa Wisnu memberikan wejangan khusus Bhagawad Gita kepada Arjuna, murid kesayangan Resi Duma dari keluarga Pandawa ketika perang besar Bharata Yudha berlangsung.

 

Pada Mahabharata gaya Jawa Resi Duma digambarkan sebagai sosok yang selalu berbuat, berkata dan berpikir kurang baik dan selalu berusaha mencelakakan keluarga Pandawa. Berbeda dengan Mahabharata gaya India, pada zamannya, tokoh yang satu ini merupakan sosok panutan bagi seluruh penduduk negeri.

 

Ya... sebagai seorang pendeta atau seorang pemuka agama, maka, secara umum ia merupakan sosok yang seharusnya bisa menjadi panutan bagi para muridnya. Secara tegas dapat dikatakan, pendeta adalah seorang guru yang bisa menuntun anak didiknya dan masyarakat sekitarnya untuk menjadi lebih baik. Terlepas dari silang pendapat tentang perilaku Raden Kumboyono atau Resi Duma, pada suatu cerita, ternyata, ia memiliki suatu kisah cinta yang tak kalah menarik untuk disimak.

 

Betapa tidak, wajahnya yang tampan dan kesaktiannya yang di atas rata-rata manusia, ternyata tak membuat Bhatara Guru atau Sang Hyang Jagad Girinata menyetujui ketika Raden Kumboyono menyatakan keinginannya untuk menyunting putri semata wayangnya sekaligus bidadari yang bernama Betari Wilutomo. Secara tegas, Bhatara Guru menolak dan tidak memberikan restu terhadap hubungan Raden Kumboyono dengan Betah Wilutomo.

 

Bukannya mundur, Raden Kumboyono malah semakin nekat untuk membuktikan dan menunjukkan cintanya kepada sang pujaan hati, Betari Wilutomo. Karena peringatannya diabaikan, akhirnya, Sang Hyang Jagad Girinata pun marah dan mengeluarkan kata; "Kelakuan Andika tidak mencerminkan watak manusia, tetapi lebih mirip kuda sembrani!"

 

 

Sontak, langit berubah mendung. Hitam, pekat, kental... sementara dedaunan dan bebungaan tertunduk layu angin pun bertiup kencang seolah marah dan petir pun berlompatan sambung menyambung, seiring dengan kejadian yang menakutkan itu tubuh Raden Kumboyono pun berubah menjadi seekor kuda yang memiliki sepasang sayap — tiap kepakan sayapnya menimbulkan pesona dan mampu membuatnya terbang secepat kilat. Alih-alih benci atau jijik, cinta yang tumbuh di dalam hati Betari Wilutomo sontak menjadi kian bekobar-kobar.

 

Mulai detik itu, hati dan angannya selalu membayangkan keperkasaan sang pujaan hati, Raden Kumboyono yang telah maujud sebagai Kuda Sembrani. Tanpa rasa malu, Betari Wilutomo bersimpuh, merengek, bahkan menghiba agar Raden Kumboyono mau membalas cinta tulusnya. Betapa tidak, tak ada yang menyangka jika Raden Kumboyono yang telah maujud sebagai Kuda Sembrani tersebut memiliki suatu aji pengasihan yang sangat dahsyat Ajian Jaran Goyang.

 

Ketenaran Ilmu pelet Ajian Jaran Goyang ini dari zaman ke zaman semakin populer Bahkan dengan seiring berjalan waktu, berkembang lebih dari satu aliran dari ajian pelet ini. Ada aliran yang masih tetap menjaga ajian atau mantra aslinya dalam bahasa Jawa, tapi ada pula yang sudah sedikit dimodifikasi dengan mengimbuhkan unsur Islam didalam mantranya.

 

Bahkan ada pula aliran yang mengakui sudah menyempurnakan Ajian Jaran Goyang ini jadi tidaklah terlalu bahaya apabila disalahgunakan oleh orang yang tidak memikul tanggung jawab. Tapi meski bagaimanapun aliran serta bahasa yang difungsikan dalam merapalkan Ajian Pelet Jaran Goyang ini pada intinya sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

 

Untuk bisa menguasai ilmu pelet jaran goyang ini cukup mudah. Dengan hanya mengikuti buku panduan Ajian pelet jarang goyang Anda bisa menggunakan ilmu ini untuk kekasih idaman Anda. Buku panduan dapat Anda dapatkan setelah memesan Ajian Jarang goyang yang ada disitus.

 

Dengan berbagai kelebihan ilmu pelet jaran goyang di situs ini, sangat mungkin untuk Anda menguasai ajian pelet tingkat tinggi jaran goyang.

 

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS : 085712999772

WhatsApp : 085712999772

Email : SpiritualPower88@gmail.com

 

Call Center 2

Telepon & SMS : 082223338771

WhatsApp : 082223338771

Email : bagianpemesanan@gmail.com

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)
Contoh : +6282223338771

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini